Mengenal lebih Dekat Tegar Putuhena, Calon Ketua Umum PB HMI Periode 2015-2017
Cari Berita

Advertisement

Mengenal lebih Dekat Tegar Putuhena, Calon Ketua Umum PB HMI Periode 2015-2017

5 Nov 2015

Mengenal lebih Dekat Tegar Putuhena, Calon Ketua Umum PB HMI Periode 2015-2017

Indikatormalang.com - Bernama lengkap Tegar Yusuf Ardhi Nugraha, Lahir di Pasuruan, 21 Februari 1987. Putra pertama dari Ayah yang berasal dari Maluku dan Ibu asal Pasuruan Jawa Timur. Putuhena merupakan marga (nama keluarga) dari ayah yang berasal dari Pulau Seram, Maluku.

Menjadi Kader Himpunan Mahasiswa Islam sejak tahun 2004 di Komisariat Hukum Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur. Sempat pula dikader langsung oleh Pembela HAM, Munir Said Thalib sebelum wafatnya, yang merupakan alumni dari komisariat tempat Tegar dikader.

Memiliki pengalaman organisasi yang cukup gemilang baik di internal maupun eksternal HMI. Menjadi Pemimpin Umum LPM ManifesT FHUB pada tahun 2006 serta menjadi penggagas kelompok diskusi Cultural Islam Studies di Malang pada tahun yang sama. Sebagai ketua bidang Pembinaa Anggota di Komisariat Hukum Brawijaya di tahun 2006, dan Wasekum Hukum dan HAM HMI Cabang Malang pada 2008.

Di tahun 2011, Tegar menginisiasi lahirnya kelompok Youth Food Movement Indonesia yang hingga saat ini aktif mengkampanyekan isu kedaulatan pangan baik di dalam dan luar negeri. Pada tahun inilah Tegar hijrah ke Jakarta dan melanjutkan studi magister hukum (S2) di Universitas Indonesia (UI) dan diangkat menjadi Pengurus Besar HMI pada 2013.

Sebagaimana mottonya “Tegar Dalam Juang", Tegar memiliki cita-cita mengembalikan HMI pada rel perjuangan yang seharusnya. Dalam berbagai kesempatan, Tegar selalu menyampaikan bahwa semua kader HMI mesti dibangunkan, diingatkan kembali akan tanggung jawab atas terciptanya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Kehadiran Tegar Insya Allah akan menghadirkan warna baru di HMI sekaligus menjawab stagnansi pergerakan yang telah dialami HMI setidaknya dalam satu dekade belakangan.

Sebagai advokat muda yang kritis, Tegar Putuhena, kini tengah bertarung dalam merebut kursi Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2015-2017. Pesta demokrasi terakbar serta estafet kepemimpinan internal pada kongres HMI, 22 November di Pekanbaru, Riau mendatang. Dengan mengusung visi "Menempuh Jalan Ideologis, Meluruskan Arah Juang HMI Menuju Masyarakat Adil dan Makmur".

Adalah satu track record sejarah yang ingin diciptakan untuk mengembalikah noktah perjuangan HMI pada kiblatnya. Agar tercapai tujuan kolektif mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sebagai wujud laksana atas cita-cita para pendiri HMI.

Tegar juga telah banyak memberikan pengaruh terhadap titik kebijakan pemerintah utamanya terkait rumusan kebijakan undang-undang. ia dikenal sebagai back ground hukum yang mumpuni mempunyai daya analisa dan argumentasi akademis sangat baik diatas rata-rata. Sangat mungkin ia diberi mandat untuk menangani berbagai kasus hukum nasional ditengah konsensus reformasi hukum di Negeri ini.

Pengabdiannya menjadi front liner yang dengan tegas ikut melawan tirani kekuasaan dan kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat. Disitulah Tegar bersentuhanan langsung dengan semesta publik di garda depan dalam menuntaskan masalah keIndonesian.

Hal tersebut kemudian membuat namanya mentereng menjadi seorang tokoh muda nasional dan profesional. Seiring dengan jejak langkah tersebut paling tidak Tegar sudah mencatatakan namanya menjadi seorang pejuang gerakan, aktivis HMI yang berjuang di ranah hukum menegakan kebenaran serta mengobarkan asa keadilan hukum bagi penguatan kapasitas hukum di Indonesia. Inilah plus point dan satu titik bargaining krusial bagi kandidat termudah di HMI ini.

Ditengah pasang surut dan problem internal di HMI, Tegar melihat HMI sudah semakin kehilangan sense of critic. Mengamuknya multi problem kebangsaan di Negeri ini membuat HMI lesu dalam gerak juang. Kita membaginya dalam berbagai persoalan krusial yang melingkupi, persoalan stabilitas ekonomi, korupsi, kemiskinan, pengangguran, kelaparan dan krisis pangan, kebijakan energi nasional, tingginya harga pangan, bencana alam, krisis pangan maupun masalah sosio ekonomi lainnya. Ini yang harus dicarikan solusi permasalahannya. Sederet problem kompleksitas demikian tercover didalan leading agenda utama yakni blue print program kerja nasional.

Kehadiran Tegar Insya Allah akan menghadirkan warna baru di HMI sekaligus menjawab stagnansi pergerakan yang telah dialami HMI setidaknya dalam satu dekade belakangan. Bismillah, Tegar Dalam Juang. Tegar untuk PBHMI yang berintegritas.

Diskusi dengan tegar di:
Twitter: @tegarputuhena
Facebook: Putuhena Yusuf
Kontak: 082199798422
wahada.mony@yahoo.com